Karpet atau Tanpa Karpet

Hari ini kan BRT bersih2 himpunan yah, terus kita seperti biasa mengeluarkan karpet hijau HMIF tercinta. Ternyata di bawah karpet itu tersimpan bermilyar-milyar butir pasir yang sangat menusuk hidung (ga sempet ngitung juga sih, tapi ya kira-kira segitu lah ya). Setelah selesai nyapu dan ngepel, kita bingung nih, mau tetep dipasang atau ga karpetnya. Kalau menurut saya dan teh lafra, enakan dipasang, kalo ga dipasang dingin, tapi kalo kata Hikam, mending ga usah dipasang karpetnya, karena karpetnya penuh debu, ntar jadi sumber penyakit.

Trus jadinya saya bingung, kedua pendapat itu emang bener adanya. Tadinya sempet mau nyoba ga pake karpet, tapi belum2 udah ada yang protes aja, ehm.. jadi semakin bingung saya. Rencana awal adalah tidak memasang karpet dengan alasan karpet sedang dilaundry, tapi sekarang sih dipasang lagi karpetnya karena sayang duit buat ngelaundry karpet.
Jadi sebenernya, pada mau pake karpet atau ga sih??

Baru

Sadarkah Anda kalau ada yang baru dengan blog saya?

Betul. Saya ganti tema (theme).

Saya merasa tema blog saya yang lama terlalu minimalis dan memberikan kesan dingin & kaku.

Tidak menunjukkan kehangatan sang pemilik blog (serius).

Saya juga memutuskan mengganti tema karena saya kesulitan untuk memajang foto saya (maklum, narcis), sekarang saya bisa memasang foto pada header.

Header foto yang sekarang dipasang merupakan bagian kecil dari gabungan foto-foto yang cukup bersejarah selama saya di ITB. Cukup lama juga saya berkutat dengan Adobe Photoshop untuk menghasilkan foto yang saya beri nama piecesOfLife (maklum lagi, amatir). Alhamdulilah penggabungan foto itu selesai juga dan saya cukup puas dengan hasil kerja saya.

Mungkin bisa dinilai 75 (skala 0-100) untuk hasil editan, tapi tak ternilai untuk memori yang tersimpan di dalamnya.

(^-^)

BENAR VS. BIASA

 

 

Hampir setiap hari saya melewati perempatan Tol Pasteur dan Surya Sumantri (daerah Maranatha). Jalur tersebut merupakan rute perjalanan terdekat (shortest path) dari rumah saya menuju kampus ITB. Saya mengunakan sepeda motor sebagai alat transportasi dan saya seringkali harus berhenti di lampu merah perempatan tersebut karena jumlah kendaraan yang berasal dari arah Husein menuju Pasteur cukup banyak, terutama di pagi hari. Jalur Husein – Pasteur mendapat giliran lampu hijau setelah jalur Surya Sumantri – Tol Pasteur dan Surya Sumantri – Husein. Jumlah kendaraan dari arah Surya Sumantri yang belok ke kanan, yaitu ke arah Tol Pasteur, lebih banyak daripada jumlah kendaraan yang menuju Husein. Jika tidak ada kendaraan dari arah Surya Sumantri yang menuju Husein maka kendaraan-kendaraaan yang berasal dari arah Husein (jalur yang saya lewati) dapat dengan leluasa melaju menuju Pasteur. Banyak sepeda motor dan kendaraan roda empat yang seringkali nyelonong begitu saja meskipun lampu merah masih menyala. Selama 7 bulan saya mengendarai sepeda motor, saya selalu berusaha menaati peraturan yang berlaku, salah satunya adalah tidak menerobos lampu merah. Saya selalu setia menahan laju sepeda motor saya sampai lampu merah di perempatan itu padam dan berubah menjadi kuning atau hijau.

 

Suatu hari di awal minggu ini, seperti biasa saya melalui jalur yang sama yang selalu saya lalui tiap hari, yaitu perempatan Tol Pasteur – Surya Sumantri. Kejadian yang sama terulang lagi, lampu merah masih menyala, namun tidak ada kendaraan dari arah Surya Sumantri menuju Husein. Sepeda motor saya berada di barisan depan antrian kendaraan tersebut, namun saya tetap di tempat saya menanti hingga lampu merah itu padam. Suara klakson pun berbunyi bersahutan memberi tanda untuk memaksa saya melaju, itu hal yang biasa bagi saya dan saya pun tetap diam tak bergeming. Lalu beberapa sepeda motor yang berada di belakang saya menyalip saya dengan kencangnya dan bagian yang paling penting adalah orang-orang yang ada di atas sepeda motor tersebut memandang saya dengan tatapan benci atau mungkin jijik. Sebuah tatapan yang secara implisit berkata bahwa saya salah karena menaati peraturan lalu lintas dan mereka yang menerobos lampu merah adalah benar. Di sinilah saya sampai pada sebuah titik dimana saya sadar bahwa seterpuruk inikah Indonesia.

 

 

Ketika sesuatu yang biasa menjadi benar, kemanakah perginya kebenaran itu ?

 

9 jam 40 menit

9 jam 40 menit

menuju UAS IF2281 Pemrograman Berorientasi Objek.

wah, ternyata sisa waktu buat blajar dikit lagi..

dan inay sekarang malah terjebak dengan mainan barunya [mainan barunya yah blog ini..]

besok adalah hari pertama UAS, jam 7 lagi, OOP [PBO] lagi..

ga boleh kurang tidur.

ga boleh kesiangan.

ga boleh pake alas kaki selain sepatu.

ga boleh ketinggalan KSM atau KTM [ntar kayak Alsa.. hehehe..] .

ga boleh lupa belajar. [paling penting]

karena inay harus belajar, jadi postingan inay segini dulu aja.

karena UAS itu 2 minggu mulai hari senin, sepertinya inay akan melarikan diri dulu dari mainan yang satu ini, hehehe…

harus segera disconnect dari internet nih, kalo ga bisa keterusan ampe malem.

..inay..

Hari ini aku belajar

Hari ini aku belajar :


  1. kalau manusia itu dibuat dari tanah dan akan kembali ke dalam tanah
  2. kalau hidup di dunia itu cuma sebentar, akan ada kehidupan yang sebenarnya yang harus lebih kita prioritaskan
  3. kalau kita harus selalu inget bahwa nyawa kita bisa diambil kapan pun dimana pun saat apa pun, jadi bersyukurlah karena sampai saat ini kita masih diberi kesempatan untuk merasakan jantung kita berdetak, untuk bernapas, untuk belajar, dan untuk semua hal yang masih bisa kita lihat, dengar, rasakan, pikirkan, dan lakukan
  4. kalau kita harus selalu berbakti dan mendoakan orang tua kita
  5. kalau jadi deadliner itu ga baik, karena kita ga bisa tau apa yang akan terjadi, banyak hal yang tidak diduga-duga bisa terjadi tiba-tiba di saat mendekati deadline
  6. kalau manajemen waktu aku tuh buruk banget, bener-bener ga bisa mengatur dan mengalokasikan waktu dengan baik
  7. kalau hasil perpaduan kurang tidur dan kebanyakan nangis itu membuat kita mengalami belel-face-syndrome dan menderita sakit kepala yang cukup berat
  8. kalau gendong anak bayi berumur 3 bulan jangan lupa tahan lehernya
  9. kalau udah parkir motor jangan lupa cabut kuncinya dan simpen kuncinya dengan baik
  10. kalau orang yang menemukan permainan sudoku itu hebat banget, ide brilliant yang membuat otak aku menjadi karatant [susah abis bikin backtrack-nya]
  11. kalau ternyata banyak orang yang menyayangi kita, jangan pernah merasa sendirian
  12. kalau rileks itu tempat pembajakan massal yang diakui secara resmi oleh ITB [secara itu tuh terdaftar dalam domain-nya ITB]
  13. kalau rileks itu up to date banget [masa spiderman 3 udah bisa di-download di rileks?!]
  14. kalau jadi orang yang bikin lagu, bikin film, bikin software, dan bikin yang lain sebagainya, pasti ngerasa sedih banget kalo karyanya dibajak orang
  15. kalau setiap orang sebaiknya [bener2] nyimpen CV di flashdisknya
  16. kalau kita harus selalu punya minum di tas, biar kalo pusing trus mau minum obat, ga usah ngembat nu green tea yang masih utuh yang ditinggal di himpunan [(^-^)]
  17. kalau bikin tulisan tuh lama juga yah? [Hehehe..]

Dan aku pun belajar banyak hal hari ini.

Aku Gagal Menjadi Asisten SI

Dengan motivasi “ingin mempelajari sisi lain dari informatika” entah kenapa aku begitu jatuh hati sama SI (Sistem Informasi). Gak tau dapet berita darimana, tapi pokoknya aku merasa SI sebagai suatu tempat dimana aku bisa belajar sesuatu yang lain, sesuatu yang aku pikir aku bisa mengenali lebih dekat dan mendalami lebih jauh dan menjadi ahli di bidang itu.

Meskipun ga tau pasti tentang apa itu SI, tapi suara hati selalu mendukung aku untuk milih SI. Udah dari sekitar setaun yang lalu aku bermimpi bisa jadi asisten SI dan bener2 berharap menemukan sesuatu yang lain dari Informatika.

 

Dan oprec pun dibuka mulai akhir April kemaren sampai dengan 11 Mei 2007 jam 12.00. Syaratnya ga terlalu susah, cuma CV ditambah SWOT dan motivasi, tinggal di print dan dikumpulin di SI. Berhubung hari Jumat ini jam 18.00 adalah deadline tugas 2 Stimik bikin Sudoku maka mulai hari Rabu kemaren aku focus ngerjain sudoku. CV aku udah punya, tinggal ditambah SWOT dan motivasi, itu pun sebenernya udah tinggal ditulis aj SWOT sama motivasinya karena udah kebayang apa yang mau ditulis. Karena sudoku aku masih banyak banget yang harus dikerjain, jadi aku mikir ngeberesin syarat2 SI ntar aja abis OOP, yah sekitar jam 9an lah, biasa deadliner. Trus malem jumat itu aku nginep di kampus, bukan nginep juga sih, orang tidurnya cuma bentar, semaleman ngerjain stimik di Lab 3, dan aku cuma tidur 2 jam saja skitaran jam3 sampe jam5. Lalu jam stgh6an something happened, sesuatu yang ga bisa diduga sebelumnya, nenek aku meninggal. Denger berita itu dari teteh, aku shock berat dan bingung mau ngapain, mana stimiknya belum kelar, masih banyak banget yang harus diberesin. Tadinya aku bilang sm teteh ga akan ke tempat nenek karena tugas yang harus dikumpulin jam 6 sore ntar belum selesai. Itu aku omongin tanpa mikir panjang karena bingung harus gmn, dan setelah aku crita sama desi, dan berkat kata2 desi aku jadi tersadar, masa iya aku ga dateng ke rumah nenek [makasih banget dsh.. (^-^)]. Dan tanpa berpikir 2 kali aku memutuskan pergi ke rumah nenek saat itu juga, dan terpaksa meninggalkan anis berjuang membereskan sudoku seorang diri [makasih banged.. maaf ya,nis meninggalkan anis dengan backtrack yang masih kacau..].

 

Akhirnya aku ke rumah nenek jam setengah 7an, selesai pemakaman tuh sekitar jam11, trus nunggu yang cowo2 solat jumat dulu, baru sekitar jam stgh 2 balik ke Sukajadi (rumah nenek). Dari sejak jam stgh7 sampe akhirnya balik ke Sukajadi lagi, aku bener2 ngantuk, ga tahan banget, seriusan, yah tau lah kalo orang cuma tidur 2 jam doank gmn rasanya. Tadinya jam setengah2 mau langsung balik ke kampus, mau ngerjain sudoku, tapi kayaknya aku ga mampu bawa [baca : mengendarai] motor dengan keadaan mata yang lengket dan kelopaknya enggan untuk membuka. Akhirnya tidur dulu di kamar sodara, dan aku terbangun jam3 dengan keadaan yang alhamdulillah lebih baik, udah ga [terlalu] ngantuk lagi dan lebih segar [meskipun mata bengkak hasil kompilasi kurang tidur dan kebanyakan nangis, ampe dibilang “muka lu belel banget nay” sama kucay..hehehe.. bagus juga tuh pemakaian kata “belel” di situ, emang cocok banget sama keadaan muka aku saat itu].

 

Akhirnya jam3 balik lagi ke kampus, setelah membeli cd kosong dan amplop coklat buat stimik, aku nyampe kampus jam stgh4. Langsung menuju labdas 3 [LabTop] untuk mencari anis. Sesampainya di labdas 3 trus nyalain laptop, tiba2 aku nanya sama dadan yang ada di sebelah aku, “sekarang hari jumat ya?” [sebuah pertanyaan retoris ; tersadar akan sesuatu yang sangat penting sepertinya] , “trus sekarang jam berapa??” [sembari melihat jam yang ada di labdas3],  dan aku pun menyadari kebodohanku dan berkata “aku gagal menjadi asisten SI.”.

Kebetulan di sebelah aku ada teh lafra [asisten SI] trus mengatakan hal yang sama “teh lafra, aku gagal menjadi asisten SI.” teh lafra “oh,iyahh, nay.. udah ditutup.. yaahh..” [baru sadar juga kalo aku belum ngasih cv]

Trus selagi ngebenerin laporan stimik sebenernya aku curi2 mau ngebenerin CV dan berusaha ngumpulin, nyoba aja, siapa tahu diterima, kan bener2 terjadi hal yang tidak diduga-duga. Dan ternyata di flashdiskku ga ada CV aku, kayaknya waktu dulu ngeformat flashdisk, si folder yang berisi CV itu ga sempet terselamatkan. Cvku itu adanya di laptop mama dan waktu itu aku lagi bawa laptopnya teteh. Whoa! Kesel juga jadinya, padahal CV itu udah aku tambahin juara 3 UATM CUP [hehhehehe..]. Di laptop punya teteh ada sih CV, tapi punya teteh, bs aja tinggal diganti isinya, tapi sayangnya ada keperluan lain yang lebih mendesak dan menjanjikan sesuatu yang penting, kalo benerin CV dan ngasihin Cvnya jam5an kan belum tentu diterima tuh jadi ukuran prioritasnya lebih gede stimik, so aku putuskan untuk menyerah dan harus berlapang dada menerima kenyataan yang ada.

 

 

SI.. kini tinggal harapan..

SI.. kini tinggal kenangan..

SI.. kini tinggal sebuah lab yang akan aku lewati saat aku menuju labdas 3..

SI.. kini tinggal sebuah lab yang akan kumasuki kalau mau ngeprint..

 

 

Ah,sudahlah..

Aku percaya “Everything’s happened for reason”, memang bukanlah SI, lab yang bisa membuat aku jadi asisten..

Setelah sadar gagal jadi asisten SI, sempat berniat daftar di piilihan 2 aku, yaitu Basdat, namun ternyata oprecnya ditutup Jumat 11 Mei 2007 jam 13.00..

Dan lagi-lagi aku tetap percaya “Everything’s happened for reason”..

Sebuah Peringatan

 

Akhirnya dia datang lagi, setelah sekian lama aku terbuai dalam hiruk pikuk kehidupan ini

 

Peringatan

Sebuah peringatan besar tentang hidup yang membuat aku tersadar [kembali] tak adanya keabadian dalam keduniaan

Sebuah pertanda yang membuat aku terbangun dari mimpi semu nan indah yang selama ini aku hidup di dalamnya

 

Kematian

Sebuah kata yang selama ini masih membuat aku dan jutaan orang di dunia ini takut

Suatu kejadian yang memang [pasti] akan aku dan jutaan orang alami karena kekal hanyalah Satu, satu milikNya

 

Bukan kematian yang harus kita takuti, tapi kehidupan setelah kematian

Di sinilah aku tersadar kehidupan di dunia ini bukan hanya untuk saat kita berada di dunia, untuk saat itu juga, saat kematian telah datang menjemput, untuk sebuah kehidupan yang lebih kekal dan bukan lagi fana

Dan yang terjadi benar-benar mengingatkan aku tentang semua ini, semua kesalahan dan kekhilafan yang ku perbuat selama ini, dan tentang satu kata yang sempat terlupakan oleh ku, kematian.

Sebuah akhir dari perjalanan kita di dunia yang merupakan sebuah awal kehidupan kita yang sesungguhnya

Kehidupan sesungguhnya yang bergantung pada kehidupan kita di dunia ini

Segala hal duniawi membuat aku terjebak dalam lupa

Dan aku pun bersyukur Allah memberikan aku sebuah peringatan dan masih mengizinkan aku untuk tersadar dan masih memberikan aku waktu untuk berubah

BRT is Ready To serve

Biro Rumah Tangga (BRT) merupakan sebuah biro yang mengurus segala sesuatu yang berhubungan dengan himpunan secara fisik. BRT tidak identik dengan PRT (Pembantu Rumah Tangga) yang kerjaannya bersih-bersih, karena BRT bertugas mengatur pemeliharaan fasilitas himpunan, sedangkan yang melaksanakannya adalah seluruh anggota himpunan. Selain itu, BRT juga bertanggung jawab dalam penyediaan makanan dan minuman di himpunan. BRT bertugas mengelola perpustakaan HMIF yang terletak di sekretariat 2. Dan aku pun diberi amanah menjadi ketua BRT HMIF 2007-2008, semoga bisa menjalankan amanah dengan baik dan menjadikan segalanya lebih baik.

blog baru [lagi]

setelah blog pertama                                             : cinotbelenot.blogs.friendster.com
setelah blog kedua                                                 : cinotbelenot.blogspot.com
dan aku pun sekarang punya blog ketiga       : cinotbelenot.wordpress.com

hahaha..
begitu banyak blog padahal diisi jarang..
hihihi..
gapapa lah ya,yang penting niat dulu punya blog..
hehehe..
yang paling banyak postingan-nya itu yang di friendster..
silahkan dibuka.. sapa tau mau ngasih komen..
ditunggu.. okay!

silahkan sabar menanti postingan selanjutnya yang [tentunya] akan lebih penting dari ini..
huehuehue..