Bersembunyi di balik senyum palsu
Berbicara sesuatu yang tak tentu
Berwajah pahlawan tanpa makna
Bercerita kisah menakjubkan yang tanpa rasa
Bertutur melakukan sesuatu namun hampa
Berbagi keceriaan yang tanpa nyawa

Sweet and geek in one package
Bersembunyi di balik senyum palsu
Berbicara sesuatu yang tak tentu
Berwajah pahlawan tanpa makna
Bercerita kisah menakjubkan yang tanpa rasa
Bertutur melakukan sesuatu namun hampa
Berbagi keceriaan yang tanpa nyawa
Palsu
Tipu
Rekayasa
Bohong
Itu bukan aku
Ingin rasanya berteriak
Berkoar atas apa yang ada di hati
Bukan berarti aku tak mencintai mereka
Tapi bukan cinta ini yang aku cari
Rasanya ingin pergi
Berlari
Mencari
Untuk sebuah hati yang tak terpenuhi..
Hujan
Ku langkahkan kaki
Bles!
Tanah basah memakan sepatuku
Ku angkat lagi
Lalu ku ayunkan lagi
Ku lihat bangunan putih itu
“Bu!”
Sepeda itu berlalu
Dia tersenyum memanggilku
Anak berseragam pramuka
Aku melangkah lagi
Wajah-wajah itu
Berseri menatapku
Tersenyum namun malu
Senyum mereka
Tak ada yang mampu membeli
Sapaan hangat mereka
Tak bisa diganti
Oh, apalah arti lumpur di sepatuku ini
Biarlah ku beli berjuta sepatu
Demi semua yang setiap pagi menyambutku
Oh pagi
Hujan ini membangunkanku
Dari alam mimpi Menuju mimpi yang sesungguhnya
Lampung, 3 Desember 2010
Ginar Santika Niwanputri
Siang tadi, sebelum les dimulai, mata saya tertuju pada pojok kiri papan tulis kelas, di sana tertulis 1/12/10. Terhentak. Saya melirik jam tangan digital pink yg sekarang talinya menghitam. Betul, 01 12.
Saya tanya anak-anak, “Ini tanggal 1 ya?”, retoris.
Ternyata 2010 hampir habis. Ini bulan terakhir. Teringat tahun lalu, desember 2009, ketika saya masih menikmati euforia kelulusan, hura-hura. Pengangguran terselubung, itulah saya, dulu. Meskipun dulu juga saya berpenghasilan, tapi bukan gaji yang datangnya setiap bulan. Bulan ini, bulan terakhir.*
Siapa yang menyangka bulan terakhir di tahun 2010 akan saya habiskan di sini, Desa Balam Asri, Kec. Way Kenanga, Kab. Tulang Bawang Barat, Lampung.
Mendapat kehormatan menjadi Pengajar Muda (PM) angkatan 1.
Bismillah, InsyaAllah semangat berbagi dan mengabdi akan selalu ada.
Oh iya, tiba-tiba dapat sms dari Rusdi, salah satu PM TBB (Tulang Bawang Barat), selamat hari AIDS se-dunia! Biasanya kalau di kampus, hari ini pakai pita merah di baju.
馃檪
*Meniru lirik lagu dangdut, Malam Terakhir, salah satu lagu pilihan lomba karaoke kemarin di kecamatan. FYI. kemarin saya dan Faisal, salah satu PM TBB juga, mendapat kehormatan menjadi juri lomba senam poco-poco dan karaoke antar puskesmas se-Kab.TBB, dalam rangka HKN (Hari Kesehatan Nasional).
Ah,ternyata kita memang orang gila..
Gila karena kita percaya semua yang baru menjadi rencana..
Gila karena kita yakin bahwa kita mampu membuat wujud nyata dari rencana itu..
Gila karena kita siap dikirim ke daerah yang belum pernah kita tahu wujudnya..
Gila karena kita meninggalkan kebisingan kota dan gemerlap kehidupan menuju tempat yang mungkin tidak ada listrik dengan sinyal di handphone tertulis SOS!
Gila karena kita rela mengorbankan waktu kita, SATU TAHUN! untuk anak orang yg bahkan wajahnya saja kita tak tahu, ya kurang gila apa lagi..
Yang paling GILA adalah kita bangga menjadi orang GILA itu..
GILA by Ginar Santika Niwanputri
*inspired by Butet Manurung (Sakola Rimba)
Oke, karena keterbatasan jaringan internet, saya terpaksa posting dari hp,
itu pun dengan sinyal 1 bar saja. Dan mungkin karena memakai hp, post saya tidak akan panjang, mungkin
cukup 1 atau beberapa paragraf, yang penting dapat membuat saya lega karena telah mengeluarkan apa yang ingin saya keluarkan. Sebetulnya blog ini akan saya perlakukan seperti tumblr, tempat sampah apapun yang berjenis Indonesia Mengajar. Saya gagal terus membuat tumblr baru karena selalu gagal logout tumblr pribadi saya. Jadilah begini, selamat menikmati.
Saya cukup jarang minta dijemput atau dianterin orang, kalau ga bener2 terpaksa. Well, I’m independent, so independent, or maybe too independent, like I feel that I don’t need a man to help.
Di sini, ketika azan maghrib berkumandang, hari mulai gelap, jalanan sepi, dan kiri kanan jalan terbentang ladang karet.
Keadaan dan takdir saya sebagai wanita memaksa, I’m being dependent.
Secara sadar saya belajar, memang ada hal-hal tertentu yang penuh dengan keterbatasan yang kadang saya terlalu angkuh mengakuinya.
Still, I’m tough enough to do.
:p

聽Basah, basah, basah.. seluruh tubuh..
Akhirnya berenang lagi setelah sekian tahun berlalu. Kali ini berenang dengan baju lengkap plus jilbab, bersama para pengajar muda yang lain. Lewat acara bertajuk pelatihan HSE maka akhirnya hasrat cebar-cebur di kolam renang pun terpenuhi. Perjalanan ke vila ratu, tempat kami pelatihan HSE, tidak terlalu jauh dari MTC.
聽
聽
This is the real HSE training!
聽
聽
Sepanjang perjalanan, rombongan terbagi menjadi 2 kelompok perasaan, pertama adalah kelompok yang excited main air di kolam renang dan kedua adalah kelompok yang berkutat dengan ketakutan. Ternyata banyak juga pengajar muda yang tidak bisa berenang. Keakraban kami semua sangat terasa di kolam renang, semua saling membantu, ada yang belajar renang dibantu oleh pengajar muda yang lain, ada yang balapan renang, dan banyak lagi.
聽
Here comes the fun!
聽
聽
Lebam nan Menawan
Setelah hampir tiap hari dalam 4 minggu terakhir ini kami berkutat di asrama alias MTC, ya, meskipun sekali-kali keluar ketika ada acara kunjungan, tapi tetap saja semua berhubungan dengan materi dan materi. Dan akhirnya Senin ini datang juga, yap, Senin, 18 Oktober 2010, it’s time for rafting, dan ada bonusnya ternyata, paintball! Mantap! I’m waiting for this event, pertama kali soalnya, jadi exicted banget.
Berangkat jam 7 pagi dari MTC, bergerak menuju Citarik Sukabumi dengan menggunakan 2 bis. Bis pertama diisi kamar air dan api, sedangkan bis kedua diisi oleh kamar angin dan kamar saya, bumi. Setelah melalui perjalanan panjang yang berkelok-kelok, sampailah kami di Selaras Adventure, Citarik Sukabumi. Sebelum permainan dimulai, kami dikumpulkan per kamar untuk membuat yel-yel dan saya dipilih oleh teman-teman sebagai koordinator kamar, hohoho. Yel kamar bumi bertemakan cheerleader ditemani teriakan, gerakan, dan wajah senyum 3 jari yang kami keluarkan selama hari itu. Kami sukses membuat kamar lain terpukau dengan gerakan dan teriakan kami, ditambah teriakan penutup dari saya yang melengking layaknya cheerleader sesungguhnya dan pose akhir ketika saya dikelilingi oleh anak-anak bumi lalu saya berpose ala peragawati dengan wajah yang “nampol” membuat anak-anak yang lain terpingkal 鈥損ingkal, ahaha.
Rafting
Dan permainan pun segera dimulai, permainan pertama adalah rafting, kami turun ke bagian bawah menuju sungai, lalu mengambil rompi, helm, dan dayung. Kemudian dilakukan pembagian kelompok perahu pun dilakukan, saya satu perahu dengan asti, bayu, patria, dan hasan. Seruuuuuu! Tapi kok kayaknya kurang menantang ya, hehe, kurang banyak jeramnya. Setelah rafting selama 2 jam, dawegan telah menanti kita di pinggir sungai. Hujan pun turun dengan derasnya menemani perjalanan kita kembali ke basecamp, sama seperti keberangkatan, kita semua naik mobil pick-up, 1 mobil 10 orang, meskipun hujan tapi kita semua tetap tertawa-tawa bahagia. Istirahat sebentar, ganti sepatu, kemudian langsung bersiap untuk paintball. Dalam kondisi baju basah kuyup habis rafting dan kehujanan, briefing untuk perang paintball pun dimulai.
Dar der dor
Anak-anak bumi akan berperang melawan anak-anak air, bumi yang berseragam loreng dibagi menjadi 2 tim, 7 orang dan 6 orang. Ronde pertama yang bermain adalah saya, arrum, nyunyun, atika, nanda, nene, dan asti. Kami memilih benteng di bagian bawah dengan bendera hijau. Dengan pistol di tangan, kami membuat strategi menyerang dan bertahan. Saya pun berguling-guling, tiarap, merangkak, dan berlari di lahan hijau basah berlumpur. Permainan berlangsung 20 menit, di ronde ini saya tertembak di bagian mulut, otomatis jontor dan catnya terasa sangat pahit, tapi ketika bendera kuning lawan berhasil direbut semua rasa sakit sirna. Di ronde 2, saya bermain lagi karena jumlah bumi kurang 1 dibandingkan air. Di ronde ini, saya tertembak (lagi) di bagian kaki dan karena boros, peluru pun habis di dekat benteng lawan. Sesampainya kembali ke benteng bumi dan ketika waktu 20 menit segera habis, ternyata nisa kecil datang membawa bendera lawan. Kemenangan pun mutlak menjadi milik bumi. Go bumi! Go Bumi Go! Pulang ke asrama, ternyata bekas tembakan paintball itu meninggalkan lebam di kaki saya. So, just enjoy the pain, ehehehe.
聽
SD Balam Jaya, Desa Balam Asri, Kecamatan Way Kenanga, Kabupaten Tulang Bawang Barat, Provinsi Lampung
Dan muncullah makhluk jenis baru bernama faskab di minggu ini, Mas Ambar, orang Jawa yang sudah tinggal 5 tahun di Tulang Bawang. Berbagi cerita tentang kondisi daerah penempatan dan yang terpenting adalah pengumuman penentuan SD tempat kita mengajar beserta desa dan kecamatannya. Saya ditempatkan di Kecamatan Way Kenanga bersama Yunita, Selfi, Faisal, dan Asril. Bismillah, akan berusaha sekuat tenaga berjuang, semoga senantiasa diberikan kemudahan, kelancaran, dan barakah dari Allah.
聽
The FASKAB!
Bagaimana cara untuk beradaptasi dengan budaya lain? Ternyata memang tidak sesederhana yang dibayangkan, namun bukan berarti sulit, semua dapat dilakukan bila kita terbuka dan tidak merasa diri lebih tinggi dari masyarakat setempat.
Cilung
Kunjungan lagi ke SD Pancawati 2, setelah insiden pagi hari di asrama, air mati! Dan kehidupan pun menjadi lesu. Mau solat susah, mau mandi ga bisa, mau pipis ribet. Betapa air itu sangat berharga dan penting dalam hidup kita, mari belajar menghargai air dan menghemat pemakaiannya. Sisi positifnya adalah kami jadi jalan-jalan ke vila pinus yang ternyata super mewah, meskipun Cuma numpang mandi pagi, tapi tetap bisa mencoba kasur dan bantalnya yang oke berat, plus nonton TV di kamar, hohoo.
CILUNG! ROCK!
Sehabis dari pinus, kami berjalan menuju SD, ternyata jauh juga, lumayan olahraga pagi sambil berjemur di bawah sinar mentari. Di SD, kami mencoba masuk ke kelas untuk observasi kegiatan belajar-mengajar. Hari ini ada jajanan yang baru yang oke, namannya cilung, alias aci digulung, ditambah bumbu kacang kering yang biasa disandingkan dengan cimol, ditambah dengan saus merah merona. Rasanya unik, aci yang rasanya plain ditambah bumbu dan saus, menjadi sebuah komposisi yang apik di lidah. Dengan 500 rupiah saja, Anda bisa mendapatkan 1 cilung yang dikemas dengan menggunakan tusuk sate. Hmm, yummy! Saya beli dua dan masih ingin lagi, haha.
Blitz Vs. 21
Ananda Siregar, entrepeuner muda, bos besar blitz megaplex, pesaing satu-satunya yang berani melawan tweny-one. Salut! Nekad dan smart!
Ananda Siregar
Manajemen Artis聽聽聽聽聽聽聽聽
Ok, we are all need publicity but this week is unpredictable, so many “people” there, at Plaza Bapindo. Shocking! We are not prepared for that huge big event, huff! Dan tiba-tiba saya sebagai pengajar muda merasa seperti artis dan yayasan IM. Hahaha. Silly thought but true, right? (evilgrin)
224 anak!
Tim Tulang Bawang Barat (TBB) mendapat kehormatan untuk menjamu anak-anak SD Pancawati 1 yang berkunjung di hari Jumat. Dengan pemberitahuan yang mendadak di tengah malam, akhirnya kami berjuang untuk mempersiapkan acara sore itu. Informasi awal anak-anak yang akan datang berjumlah 120, dan sore itu pun tiba. Deng deng! Ternyata ada 257 anak yang datang, semua tenaga, keringat, dan air mata kami keluarkan (lebay), hehee. Finally we did it! G.O.O.D.J.O.B! TBB! TBB! MACAN! TUTUL TUTUL TUTUL! 馃槈
H-16 DEPLOYMENT
Yap, 16 hari lagi. Siapkah? Yakinkah? Pertanyaan lain berkecambuk. Dan jawabannya harus segera disiapkan. Mungkin ketika saya sadar dan membuka mata, hutan belantara sudah di hadapan, udara Tulang Bawang Barat sudah tercium. Be ready! Time goes by..
tr.v. ad路dict路ed,聽ad路dict路ing,聽ad路dicts
1. To cause to become physiologically or psychologically dependent on a habit-forming substance:聽The thief was addicted to cocaine.2. To occupy (oneself) with or involve (oneself) in something habitually or compulsively:聽The child was addicted to video games.
Persis, saya mengalami hal itu, terhadap sesuatu yang untungnya bukan seseorang.聽 Plurk namanya, sebuah situs microblogging merupakan salah satu jejaring sosial yang cukup tersohor, meski tak seterkenal Twitter atau Facebook.
Yeah, I can’t handle it anymore, because it’s just wasting my time *for me, yes*. Plurk menjadi pusat kehidupan saya, sounds silly heh? But that鈥檚 for real, it really takes a lot of my attention. Sebetulnya ini hanya masalah mengontrol diri sendiri, tapi sayang, kali ini saya ga sanggup buat menguasai diri menghadapi kecanduan itu聽*lebay yah? Tapi itu beneran saya rasain*.
Dulu saya sering banget merhatiin orang-orang yang ga nge-plurk, dan terlintas pikiran “eh kok bisa yah mereka tetep hidup tanpa nge-plurk?”. Hah! Sejauh itulah saya menganggap plurk, haha, plurk is (was) everything. Dulu sempet saya ga nge-plurk beberapa hari, because I hated plurk so much, for sure. Kenapa? Soalnya di plurk itu seakan semua ga ada batasnya, mau ngomongin orang, terus aja gitu ga pake etika, mau ngehina orang, itu juga kadang kelewatan. Dan yang paling utama adalah banyak pengguna plurk yang ga sadar akan kedudukan plurk sebagai ruang publik, ketika sesuatu hal yang private kemudian dibawa ke ranah plurk, buat saya itu sebuah pengkhianatan dan saya beneran terganggu. No offense buat semua plurker, yeah, plurk is fun anyway and it also helps me to realize that, damn I miss you all my friends.
Saat ini saya butuh waktu untuk menyembuhkan ketergantungan saya, meski entah sampai kapan, ehehe. Hey, honestly, I miss my (smileydance) and (evilsmirk). Last but not least, (cozy) for all of you.
Rabu 12 Mei 2010 22:45
Saya terbangun oleh suara dering handphone saya, dalam hati “Duh siapa sih nih nelepon malem-malem”. Pas liat nomernya ternyata 085***, siapa sih nih, biasanya kalo nomer-nomer ga dikenal gitu datang dari perusahaan yang manggil buat tes, wawancara, dan semacamnya (maklum masih ada jiwa-jiwa jobseeker), ah tapi tengah malem gini, masa sih.
Inay (I): Halo..
Pria Tak Dikenal (P): Selamat malam, dengan Ginar?
I : Iya betul, ini dari mana ya?
P:聽 Saya Pak Iwan, dari Kepolisian Bandung Timur, kami sedang mengejar sindikat narkoba, dan nomer Anda ini digunakan sebagai nomer pengalihan dari nomer yang sedang kami kejar.
I: Heh (masih setengah sadar, apa ini narkoba-narkoba)
P: Bukan hanya no ini saja, ada 10 nomer lain yang digunakan oleh tersangka, dan harap nomer ini dimatikan selama 2 jam untuk memudahkan pelacakan sindikat narokoba tersebut.
I: Oh, iya (bingung percaya ga percaya, tapi iya iya aja)
P: Nomer yang satu lagi, 085***, betul itu nomer Anda?
I: Iya betul (woot, kok sampai tahu nomer saya dua2nya, bingung)
P: Tolong nomer tersebut juga dimatikan.
I: Iya iya (sambil agak ketawa, abisan bingung)
P: Tolong ya segera dimatikan, agar penjahatnya tidak kabur keluar kota.
I: Iya (buset maksa amat sih)
P: Terima kasih.
Huff, antara bingung dan percaya, akhirnya saya matiin hp saya dua2nya. Mau tidur lagi ga bisa, masih kepikiran. Mau ga mau saya mikir, ini bener ga sih, logis ga ya. Dipikir-pikir lagi, agak aneh kalau dia polisi trus nelepon pake hp dan nomernya ga disembunyiin, tapi masuk akal kalo dia bisa tahu nama saya dari kedua nomer hp saya, soalnya emang saya daftarin pake聽 biodata asli sih. Nah dipikir-pikir lagi, emang mungkin ya secara teknologi, dengan saya matiin hp, trus bisa kelacak gitu keberadaan sindikat narkoba itu, sampai saat ini masih belum logis. Nah, saya mikir lagi, ah matiin aja kali ya, toh itung-itung bantuin membela kebenaran, bantuin polisi nangkep penjahat (maklum hasrat terpendam jadi polwan), dan lagi kalau saya matiin hp kayaknya ga ada ruginya juga, kira-kira kalau dia mau nipu apa untungnya buat dia kalau hp saya mati.
Di sela-sela saya berpikir dan menganalisis telepon tadi, dari kamar sebelah terdengar suara, handphone聽 teteh saya berbunyi, ah pasti teteh ditelepon juga nih, pikir saya. Ah tapi paling dia ga akan angkat, mungkin udah tidur pulas, lalu saya pun kembali berpikir. Sekitar 5 menit kemudian, “Inaay”, teteh saya memanggil dan pintu kamar saya pun terbuka. “Ditelepon juga yah?” tanya saya sambil senyum-senyum. “Iya” jawab teteh, “Trus teteh matiin hp ga?” saya bertanya lagi, “Iya dua2nya” kata teteh, dan diskusi monolog saya kini berubah menjadi diskusi bersama teteh.
Sekitar 10 menit kami berdiskusi, tiba-tiba ada teriakan dari luar rumah, “Inaaaay! Iyaaank!” saya tahu itu suara tante sama om saya yang tinggal ga jauh dari rumah saya. Deng, shocked! Ada apaan nih, kami berdua langsung panik, “Kenapa Bi Atih?” saya berteriak sambil mencoba mencari jaket dan kerudung. “Sini turun dulu sebentar!” masih dengan nada yang cukup keras, saya mulai berpikir, jangan-jangan tante saya ditelepon polisi juga, mungkin ngira kita terlibat narkoba, atau jangan-jangan kita mau ditangkap, tadi mungkin polisinya ke tempat tante, duh, panik deh pokoknya.
Kami pun berlari ke bawah, bergegas membuka pintu.
Inay : Kenapa Bi Atih?
Tante : Itu tadi mama nelepon, katanya inay iyank kecelakaan, sekarang ada di UGD, trus ada yang minta transfer gitu buat biaya operasi.
Inay & Teteh: Haaaah?
Dan tiba-tiba semuanya menjadi jelas, rangkaian kejadian tadi, pikiran saya tentang kejahatan apa yang bisa dilakukan kalau hp saya mati, semua terjawab. Ini penipuan,聽 ketika hp kami berdua tidak ada yang bisa dihubungi, terjadi lost contact , mama papa panik karena ga bisa menghubungi dan akan percaya bahwa terjadi sesuatu pada kami. Seketika itu pula, teteh langsung nyalain hp, langsung nelepon mama, dan alhamdulillah telepon itu tepat pada waktunya, ketika papa hampir berangkat ke ATM untuk transfer uang.
Ternyata bukan cuma hp saya dan teteh aja yang disuruh dimatiin, tapi telepon rumah Uwa yang tinggal deket rumah saya juga ditelepon, ngakunya dari Telkom, katanya tolong dicabut kabel teleponnya, soalnya ada ancaman kebakaran atau tagihan teleponnya akan melonjak. Ckckck. Masih ga habis pikir kenapa dia bisa dapet nomer telepon saya dan teteh, dua2nya pula, dapet nomer telepon rumah Uwa juga lagi. Dan ternyata setelah ditelusuri, beginilah kronologisnya.
Rabu 12 Mei 2010 22.30
Seorang pria yang mengaku polisi menelepon ke rumah saya yang di Cimahi.
Pria(Pr): Halo dengan rumah Bapak *** (nama papa saya)?
Papa(Pa): Iya betul.
Pr: Anak bapak kan 3 ya? Anak bapak yang dua namanya *** (nama teteh saya) dan Ginar? Yang tinggalnya ga bareng kan sama bapak? Yang satu lagi ***(nama adik saya) itu udah kerja ya?
*ini satu tanda keanehan, ngapain ngomongin adik saya, udah gitu salah pula bilang udah kerja*
Pa: Iya betul, tapi yang satu masih sekolah.
Pr: Iya ini saya Pak Ridwan dari kepolisian Bandung Barat, dua anak bapak mengalami kecelakaan, tertabrak mobil tangki, sekarang sedang pingsan, yang satu kepalanya retak, yang satu lagi kakinya patah.
Pa: Bapak tahu nomer telepon saya ini dari mana? (sambil terkaget-kaget)
Pr: Tadi聽 *** (teteh saya) sebelum pingsan ngasih tahu nomer ini.
Pa: Sekarang hp anak bapak ada di tangan saya, berapa ya pak nomernya?
Papa yang panik refleks ngasih nomer hp saya dan teteh, dua2nya pula, jadi ngasihnya 4 nomer hp sekaligus.
*nah dari sini ini mereka dapet nomer hp saya dan teteh, langsung deh aksi sindikat narkoba itu mereka jalankan*
Pr: Sekarang bapak jangan panik dulu, bagi-bagi tugas aja, bapak silahkan hubungi Dokter Budiman, dengan nomer聽 ***, dan saya yang menghubungi sodara bapak yang bisa cepat ke RS, berapa pak nomernya?
Papa saya yang masih panik otomatis ngasih nomer Uwa saya yang rumahnya deket.
*ini keanehan selanjutnya, kenapa coba ga dibalik, papa aja yang ngehubungi sodara. Nah setelah ini, langsung deh dia nelepon rumah Uwa saya dan ngaku-ngaku dari Telkom*
Selanjutnya papa saya nelepon Dokter Budiman, nah di pembicaraan itu, Dokternya bilang kalau anak bapak harus segera dioperasi, namun apotik tutup, tapi ada yang mau meminjamkan alat2 operasi dengan biaya 17 juta, harus segera ditransfer ke rekening ***. Ini yang aneh, papa saya yang berkecimpung di dunia kesehatan, merasa ada yang aneh, namun karena kepanikan yang melanda dan merasa keselamatan anak-anaknya lebih penting, maka papa pun bergegas siap-siap pergi ke ATM.
Pria yang mengaku polisi tadi bilang kalau setiap 5 menit dia akan mengontak papa saya untuk memberi kabar. Beberapa saat kemudian, telepon rumah berdering lagi, kali ini yang nelepon nyuruh nyabut kabel telepon karena takut kebakaran, ngaku2 dari Telkom juga.
Syukur alhamdulillah, di saat papa mau berangkat ke ATM itu, papa bilang dulu ke tetangga tentang kejadian ini, mau nitipin mama dan adik di rumah, soalnya setelah ada telepon dari Telkom itu, papa takut ada yang bakal ke rumah, entah itu maling atau apa. Dan tepat saat itulah teteh nelepon ke mama untuk ngasih kabar kalau saya dan teteh baik-baik aja.
Sebenernya yang bikin mama papa khawatir itu, kebetulan tadi sore mama papa mampir ke rumah, tapi sampai jam 9 malem, pas mama papa mau pulang ke Cimahi, teteh belum pulang ke rumah. Jadi sempet kepikiran聽 kalau teteh pulang kemaleman dan minta dijemput sama saya. Dan untungnya, mama nelepon tante, minta tolong cek ke rumah, buat liatin saya dan teteh. Alhamdulillah karena banyak sodara yang rumahnya deket, jadi penipuan itu bisa dicegah. Bersyukur banget sekeluarga selalu dilindungi oleh Allah dari kejahatan. Sumpah deh deg-deg-annya, sampai jam 2 pagi baru bisa tidur. Huff. Kalau kata sodara saya, sebenernya modus kayak gini udah sering terjadi di Jakarta dan sempet ada temennya sodara yang di Bandung kena modus yang sama, untungnya ga sempet transfer juga. Kalau yang ini kejadiannya siang, pas anaknya lagi kerja, kebetulan pas lagi panik gitu, anaknya pulang sebentar ke rumah buat istirahat.
Alhamdulillah tulisan ini selesai juga, semoga tulisan ini bermanfaat, semoga para penipu bisa sadar dan kembali ke jalan yang benar, dan ga ada orang lain yang tertipu kalau kena modus yang serupa. Amin.聽Hikmah yang saya dapatkan, jangan mudah percaya sama orang lain dan jangan remehkan suara hati, sekecil apapun itu, karena bisa jadi itu adalah pesan dari Yang Maha Berkuasa atas segala sesuatu. Hati kecil memang tak pernah berdusta. Kalau kata Oprah Winfrey “Doubt Means No”.
—
*oh iya, ternyata ada keanehan lain, kalau kata tetangga saya, mobil tangki ga boleh beroperasi di atas jam 6 sore 馃槢
*oh trus beberapa nama keluarga saya samarkan, takut dimanfaatkan oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab, hehehe..
*oh trus lagi, kalau ada orang ga dikenal yang minta nomer hp, kasihnya 1 aja, yang 1 lagi biar jadi backup 馃榾
Betul sekali, saya jatuh cinta pada tulisan saya sendiri. Narsis memang, tapi bukankah selalu menyenangkan untuk membuka-buka kembali arsip tulisan yang telah kita buat?
Begitu membaca ulang tulisan saya untuk kesekiankalinya, saya selalu mendapatkan sesuatu, bisa berupa semangat, tawa, bahkan air mata. Meskipun kadang saya merasa minder ketika membaca tulisan teman yang menurut saya memang oke, ada yang puitis, ada yang mampu memaparkan cerita bak wartawan ternama, ada yang ahli menuliskan sesuatu yang serius dan bersifat teknis, ada yang dengan mudah membuat resensi film yang begitu menarik, ada pula yang begitu jujur dan lucu dalam bercerita. Ah, saya malu, apalah saya ini, apalagi ketika membaca buku karangan penulis tersohor, rasanya tulisan saya tak ada apa-apanya. Meskipun malu, tapi saya selalu suka untuk membaca tulisan saya sendiri, saat sedang sedih, bisa jadi senyum atau bisa jadi tambah sedih, haha, tak apalah yang penting bisa menambah warna di hari-hari saya yang terkadang memang monochrome.
Ternyata saya menulis sejak dulu loh, sejak saya punya buku harian, ‘diary’ begitulah dikenalnya di zaman saya SD dulu. Sebuah diary biru kecil bergambar Snoopy yang hampir tiap hari saya isi dengan cerita-cerita yang kalau dibaca sekarang bisa bikin saya senyum-senyum sendiri. Ya, diary yang sekarang sudah sulit untuk dibaca, soalnya dulu atap kamar saya sempet bocor, karena diary itu saya sembunyiin di bawah kasur, jadi lembaran kertas putih di dalamnya luntur. Cuma ada beberapa lembar yang masih terbaca, yang saya tulis pake pulpen ternyata ga luntur, tapi sayang, sebagian besar ternyata saya tulis pake spidol. Saya agak-agak lupa sih isinya apa, meskipun saya selalu ingat cerita di dalamnya itu tentang siapa, hehe.
Kemudian saya punya diary baru, hadiah ulang tahun dari teteh, diary yang bisa diisi ulang, terbuat dari bahan daur ulang, tali, dan bunga-bunga kering. Saya suka banget diary itu, dan seperti diary yang sebelumnya, hampir tiap hari ada aja cerita yang tertulis di situ. Zaman SMP, ketika di rumah ada komputer baru, Pentium 3 loh, hehe, diary saya pindah ke situ, saya selalu menulis dalam Notepad, dan tersimpan aman di dalam sebuah聽folder ber-folder ber-folder ber-folder dan seterusnya. 馃槢
Dan kemudian saat saya punya laptop pribadi, di sini lah semua tulisan tercurahkan. Meskipun tak serajin dulu, saya selalu menyempatkan menulis update tentang diri saya, apa pun itu. Menulis tentang segala hal yang ingin saya ungkapkan namun tak mampu saya suarakan. Ah, membaca arsip yang tersimpan di laptop ini sungguh dapat membawa saya kembali ke masa itu, saat saya menuliskannya, mencoba merasakan apa yang dulu saya rasakan, menemukan kebodohan yang telah saya lakukan, dan semua senyum, tawa, dan air mata yang pernah ada. Izinkan saya meminjam sebuah tagline iklan produk elektronik. 馃檪
“YOUR LIFE IS THE MOST INTERESTING CHANNEL“
