Aku Belajar dari Papa

Aku belajar dari papa, selagi kita mampu menolong orang lain, bantulah..

Aku belajar dari papa, membesarkan anak tidaklah perlu dengan marah atau kekerasan..

Aku belajar dari papa, lakukanlah segala sesuatu tanpa mengeluh, tanpa banyak basa-basi..

Aku belajar dari papa, keluarga adalah segalanya..

Aku belajar dari papa, berjuang dan berdoa, niscaya semua akan dimudahkan..

Aku belajar dari papa, setiap anak diberi ruang kebebasan untuk memilih jalan hidupnya..

Aku belajar dari papa, bagaimana menjadi guru yang menyenangkan..

Aku belajar dari papa, banyak hal, terlalu banyak hingga tidak akan sanggup untuk ku tulis semuanya di sini..

 

Papa, selamat ulang tahun..

Semoga papa selalu diberi kesehatan dan keselamatan..

Semoga dilancarkan dan dimudahkan segala urusan, impian, dan harapan papa..

Semoga usia papa barakah..

Semoga papa bisa terus bermanfaat untuk keluarga, bangsa, dan dunia..

Semoga inay bisa membahagiakan papa, bisa membuat papa bangga, selalu..

Inay sayang papa..

Dan Inay akan terus belajar dari papa..

馃檪

 

Tulang Bawang Barat, 27 Maret 2011

Ginar Santika Niwanputri

Runaway!

Saya duduk tepat di tengah bis. Di kursi paling belakang. Dari kursi ini saya bisa melihat jalan yang dilalui. Posisi yang asik, bisa jadi pilihan ke-2 posisi selain kursi depan di samping supir. Saya suka sekali memandangi jalan. Entahlah. Ada kepuasan tersendiri.

Bis kecil ini membawa saya pergi, berharap semua kegalauan dan tantangan (nama lain dari masalah) dapat pergi juga seiring perjalanan ini. Sudah hampir 6 jam bis ini bergerak. Bis berwarna biru, kecil, hanya bisa membawa sekitar 25 orang. Sering berhenti di tengah jalan gara-gara ada penumpang yang mabuk perjalanan, seringkali dia minta minggir untuk muntah.
Siapa yang kira saya akan berpetualang ke kota ini. Kerlip lampu, pertokoan, mobil lalu-lalang di malam hari. Palembang.

Jangan Paksa Aku

Bersembunyi di balik senyum palsu

Berbicara sesuatu yang tak tentu

Berwajah pahlawan tanpa makna

Bercerita kisah menakjubkan yang tanpa rasa

Bertutur melakukan sesuatu namun hampa

Berbagi keceriaan yang tanpa nyawa

Palsu
Tipu
Rekayasa
Bohong

Itu bukan aku
Ingin rasanya berteriak
Berkoar atas apa yang ada di hati

Bukan berarti aku tak mencintai mereka
Tapi bukan cinta ini yang aku cari

Rasanya ingin pergi
Berlari
Mencari

Untuk sebuah hati yang tak terpenuhi..

Sepatuku

Hujan
Ku langkahkan kaki
Bles!
Tanah basah memakan sepatuku
Ku angkat lagi
Lalu ku ayunkan lagi

Ku lihat bangunan putih itu
“Bu!”
Sepeda itu berlalu
Dia tersenyum memanggilku
Anak berseragam pramuka

Aku melangkah lagi
Wajah-wajah itu
Berseri menatapku
Tersenyum namun malu

Senyum mereka
Tak ada yang mampu membeli
Sapaan hangat mereka
Tak bisa diganti

Oh, apalah arti lumpur di sepatuku ini

Biarlah ku beli berjuta sepatu
Demi semua yang setiap pagi menyambutku

Oh pagi
Hujan ini membangunkanku
Dari alam mimpi Menuju mimpi yang sesungguhnya

Lampung, 3 Desember 2010
Ginar Santika Niwanputri

Bulan Terakhir

Siang tadi, sebelum les dimulai, mata saya tertuju pada pojok kiri papan tulis kelas, di sana tertulis 1/12/10. Terhentak. Saya melirik jam tangan digital pink yg sekarang talinya menghitam. Betul, 01 12.
Saya tanya anak-anak, “Ini tanggal 1 ya?”, retoris.
Ternyata 2010 hampir habis. Ini bulan terakhir. Teringat tahun lalu, desember 2009, ketika saya masih menikmati euforia kelulusan, hura-hura. Pengangguran terselubung, itulah saya, dulu. Meskipun dulu juga saya berpenghasilan, tapi bukan gaji yang datangnya setiap bulan. Bulan ini, bulan terakhir.*
Siapa yang menyangka bulan terakhir di tahun 2010 akan saya habiskan di sini, Desa Balam Asri, Kec. Way Kenanga, Kab. Tulang Bawang Barat, Lampung.
Mendapat kehormatan menjadi Pengajar Muda (PM) angkatan 1.
Bismillah, InsyaAllah semangat berbagi dan mengabdi akan selalu ada.

Oh iya, tiba-tiba dapat sms dari Rusdi, salah satu PM TBB (Tulang Bawang Barat), selamat hari AIDS se-dunia! Biasanya kalau di kampus, hari ini pakai pita merah di baju.
馃檪

*Meniru lirik lagu dangdut, Malam Terakhir, salah satu lagu pilihan lomba karaoke kemarin di kecamatan. FYI. kemarin saya dan Faisal, salah satu PM TBB juga, mendapat kehormatan menjadi juri lomba senam poco-poco dan karaoke antar puskesmas se-Kab.TBB, dalam rangka HKN (Hari Kesehatan Nasional).

GILA!

Ah,ternyata kita memang orang gila..

Gila karena kita percaya semua yang baru menjadi rencana..

Gila karena kita yakin bahwa kita mampu membuat wujud nyata dari rencana itu..

Gila karena kita siap dikirim ke daerah yang belum pernah kita tahu wujudnya..

Gila karena kita meninggalkan kebisingan kota dan gemerlap kehidupan menuju tempat yang mungkin tidak ada listrik dengan sinyal di handphone tertulis SOS!

Gila karena kita rela mengorbankan waktu kita, SATU TAHUN! untuk anak orang yg bahkan wajahnya saja kita tak tahu, ya kurang gila apa lagi..

Yang paling GILA adalah kita bangga menjadi orang GILA itu..

GILA by Ginar Santika Niwanputri

*inspired by Butet Manurung (Sakola Rimba)

Daily Digest

Oke, karena keterbatasan jaringan internet, saya terpaksa posting dari hp,
itu pun dengan sinyal 1 bar saja. Dan mungkin karena memakai hp, post saya tidak akan panjang, mungkin
cukup 1 atau beberapa paragraf, yang penting dapat membuat saya lega karena telah mengeluarkan apa yang ingin saya keluarkan. Sebetulnya blog ini akan saya perlakukan seperti tumblr, tempat sampah apapun yang berjenis Indonesia Mengajar. Saya gagal terus membuat tumblr baru karena selalu gagal logout tumblr pribadi saya. Jadilah begini, selamat menikmati.

Saya cukup jarang minta dijemput atau dianterin orang, kalau ga bener2 terpaksa. Well, I’m independent, so independent, or maybe too independent, like I feel that I don’t need a man to help.
Di sini, ketika azan maghrib berkumandang, hari mulai gelap, jalanan sepi, dan kiri kanan jalan terbentang ladang karet.
Keadaan dan takdir saya sebagai wanita memaksa, I’m being dependent.
Secara sadar saya belajar, memang ada hal-hal tertentu yang penuh dengan keterbatasan yang kadang saya terlalu angkuh mengakuinya.
Still, I’m tough enough to do.
:p

Time Goes By …


聽Basah, basah, basah.. seluruh tubuh..

Akhirnya berenang lagi setelah sekian tahun berlalu. Kali ini berenang dengan baju lengkap plus jilbab, bersama para pengajar muda yang lain. Lewat acara bertajuk pelatihan HSE maka akhirnya hasrat cebar-cebur di kolam renang pun terpenuhi. Perjalanan ke vila ratu, tempat kami pelatihan HSE, tidak terlalu jauh dari MTC.


This is the real HSE training!


Sepanjang perjalanan, rombongan terbagi menjadi 2 kelompok perasaan, pertama adalah kelompok yang excited main air di kolam renang dan kedua adalah kelompok yang berkutat dengan ketakutan. Ternyata banyak juga pengajar muda yang tidak bisa berenang. Keakraban kami semua sangat terasa di kolam renang, semua saling membantu, ada yang belajar renang dibantu oleh pengajar muda yang lain, ada yang balapan renang, dan banyak lagi.

Here comes the fun!

Lebam nan Menawan

Setelah hampir tiap hari dalam 4 minggu terakhir ini kami berkutat di asrama alias MTC, ya, meskipun sekali-kali keluar ketika ada acara kunjungan, tapi tetap saja semua berhubungan dengan materi dan materi. Dan akhirnya Senin ini datang juga, yap, Senin, 18 Oktober 2010, it’s time for rafting, dan ada bonusnya ternyata, paintball! Mantap! I’m waiting for this event, pertama kali soalnya, jadi exicted banget.

Berangkat jam 7 pagi dari MTC, bergerak menuju Citarik Sukabumi dengan menggunakan 2 bis. Bis pertama diisi kamar air dan api, sedangkan bis kedua diisi oleh kamar angin dan kamar saya, bumi. Setelah melalui perjalanan panjang yang berkelok-kelok, sampailah kami di Selaras Adventure, Citarik Sukabumi. Sebelum permainan dimulai, kami dikumpulkan per kamar untuk membuat yel-yel dan saya dipilih oleh teman-teman sebagai koordinator kamar, hohoho. Yel kamar bumi bertemakan cheerleader ditemani teriakan, gerakan, dan wajah senyum 3 jari yang kami keluarkan selama hari itu. Kami sukses membuat kamar lain terpukau dengan gerakan dan teriakan kami, ditambah teriakan penutup dari saya yang melengking layaknya cheerleader sesungguhnya dan pose akhir ketika saya dikelilingi oleh anak-anak bumi lalu saya berpose ala peragawati dengan wajah yang “nampol” membuat anak-anak yang lain terpingkal 鈥損ingkal, ahaha.

Rafting

Dan permainan pun segera dimulai, permainan pertama adalah rafting, kami turun ke bagian bawah menuju sungai, lalu mengambil rompi, helm, dan dayung. Kemudian dilakukan pembagian kelompok perahu pun dilakukan, saya satu perahu dengan asti, bayu, patria, dan hasan. Seruuuuuu! Tapi kok kayaknya kurang menantang ya, hehe, kurang banyak jeramnya. Setelah rafting selama 2 jam, dawegan telah menanti kita di pinggir sungai. Hujan pun turun dengan derasnya menemani perjalanan kita kembali ke basecamp, sama seperti keberangkatan, kita semua naik mobil pick-up, 1 mobil 10 orang, meskipun hujan tapi kita semua tetap tertawa-tawa bahagia. Istirahat sebentar, ganti sepatu, kemudian langsung bersiap untuk paintball. Dalam kondisi baju basah kuyup habis rafting dan kehujanan, briefing untuk perang paintball pun dimulai.

Dar der dor

Anak-anak bumi akan berperang melawan anak-anak air, bumi yang berseragam loreng dibagi menjadi 2 tim, 7 orang dan 6 orang. Ronde pertama yang bermain adalah saya, arrum, nyunyun, atika, nanda, nene, dan asti. Kami memilih benteng di bagian bawah dengan bendera hijau. Dengan pistol di tangan, kami membuat strategi menyerang dan bertahan. Saya pun berguling-guling, tiarap, merangkak, dan berlari di lahan hijau basah berlumpur. Permainan berlangsung 20 menit, di ronde ini saya tertembak di bagian mulut, otomatis jontor dan catnya terasa sangat pahit, tapi ketika bendera kuning lawan berhasil direbut semua rasa sakit sirna. Di ronde 2, saya bermain lagi karena jumlah bumi kurang 1 dibandingkan air. Di ronde ini, saya tertembak (lagi) di bagian kaki dan karena boros, peluru pun habis di dekat benteng lawan. Sesampainya kembali ke benteng bumi dan ketika waktu 20 menit segera habis, ternyata nisa kecil datang membawa bendera lawan. Kemenangan pun mutlak menjadi milik bumi. Go bumi! Go Bumi Go! Pulang ke asrama, ternyata bekas tembakan paintball itu meninggalkan lebam di kaki saya. So, just enjoy the pain, ehehehe.

SD Balam Jaya, Desa Balam Asri, Kecamatan Way Kenanga, Kabupaten Tulang Bawang Barat, Provinsi Lampung

Dan muncullah makhluk jenis baru bernama faskab di minggu ini, Mas Ambar, orang Jawa yang sudah tinggal 5 tahun di Tulang Bawang. Berbagi cerita tentang kondisi daerah penempatan dan yang terpenting adalah pengumuman penentuan SD tempat kita mengajar beserta desa dan kecamatannya. Saya ditempatkan di Kecamatan Way Kenanga bersama Yunita, Selfi, Faisal, dan Asril. Bismillah, akan berusaha sekuat tenaga berjuang, semoga senantiasa diberikan kemudahan, kelancaran, dan barakah dari Allah.

The FASKAB!

Bagaimana cara untuk beradaptasi dengan budaya lain? Ternyata memang tidak sesederhana yang dibayangkan, namun bukan berarti sulit, semua dapat dilakukan bila kita terbuka dan tidak merasa diri lebih tinggi dari masyarakat setempat.

Cilung

Kunjungan lagi ke SD Pancawati 2, setelah insiden pagi hari di asrama, air mati! Dan kehidupan pun menjadi lesu. Mau solat susah, mau mandi ga bisa, mau pipis ribet. Betapa air itu sangat berharga dan penting dalam hidup kita, mari belajar menghargai air dan menghemat pemakaiannya. Sisi positifnya adalah kami jadi jalan-jalan ke vila pinus yang ternyata super mewah, meskipun Cuma numpang mandi pagi, tapi tetap bisa mencoba kasur dan bantalnya yang oke berat, plus nonton TV di kamar, hohoo.

CILUNG! ROCK!

Sehabis dari pinus, kami berjalan menuju SD, ternyata jauh juga, lumayan olahraga pagi sambil berjemur di bawah sinar mentari. Di SD, kami mencoba masuk ke kelas untuk observasi kegiatan belajar-mengajar. Hari ini ada jajanan yang baru yang oke, namannya cilung, alias aci digulung, ditambah bumbu kacang kering yang biasa disandingkan dengan cimol, ditambah dengan saus merah merona. Rasanya unik, aci yang rasanya plain ditambah bumbu dan saus, menjadi sebuah komposisi yang apik di lidah. Dengan 500 rupiah saja, Anda bisa mendapatkan 1 cilung yang dikemas dengan menggunakan tusuk sate. Hmm, yummy! Saya beli dua dan masih ingin lagi, haha.

Blitz Vs. 21

Ananda Siregar, entrepeuner muda, bos besar blitz megaplex, pesaing satu-satunya yang berani melawan tweny-one. Salut! Nekad dan smart!

Ananda Siregar

Manajemen Artis聽聽聽聽聽聽聽聽

Ok, we are all need publicity but this week is unpredictable, so many “people” there, at Plaza Bapindo. Shocking! We are not prepared for that huge big event, huff! Dan tiba-tiba saya sebagai pengajar muda merasa seperti artis dan yayasan IM. Hahaha. Silly thought but true, right? (evilgrin)

224 anak!

Tim Tulang Bawang Barat (TBB) mendapat kehormatan untuk menjamu anak-anak SD Pancawati 1 yang berkunjung di hari Jumat. Dengan pemberitahuan yang mendadak di tengah malam, akhirnya kami berjuang untuk mempersiapkan acara sore itu. Informasi awal anak-anak yang akan datang berjumlah 120, dan sore itu pun tiba. Deng deng! Ternyata ada 257 anak yang datang, semua tenaga, keringat, dan air mata kami keluarkan (lebay), hehee. Finally we did it! G.O.O.D.J.O.B! TBB! TBB! MACAN! TUTUL TUTUL TUTUL! 馃槈

H-16 DEPLOYMENT

Yap, 16 hari lagi. Siapkah? Yakinkah? Pertanyaan lain berkecambuk. Dan jawabannya harus segera disiapkan. Mungkin ketika saya sadar dan membuka mata, hutan belantara sudah di hadapan, udara Tulang Bawang Barat sudah tercium. Be ready! Time goes by..

Addicted

tr.v. ad路dict路ed,聽ad路dict路ing,聽ad路dicts

1. To cause to become physiologically or psychologically dependent on a habit-forming substance:聽The thief was addicted to cocaine.
2. To occupy (oneself) with or involve (oneself) in something habitually or compulsively:聽The child was addicted to video games.

Persis, saya mengalami hal itu, terhadap sesuatu yang untungnya bukan seseorang.聽 Plurk namanya, sebuah situs microblogging merupakan salah satu jejaring sosial yang cukup tersohor, meski tak seterkenal Twitter atau Facebook.

Yeah, I can’t handle it anymore, because it’s just wasting my time *for me, yes*. Plurk menjadi pusat kehidupan saya, sounds silly heh? But that鈥檚 for real, it really takes a lot of my attention. Sebetulnya ini hanya masalah mengontrol diri sendiri, tapi sayang, kali ini saya ga sanggup buat menguasai diri menghadapi kecanduan itu聽*lebay yah? Tapi itu beneran saya rasain*.

Dulu saya sering banget merhatiin orang-orang yang ga nge-plurk, dan terlintas pikiran “eh kok bisa yah mereka tetep hidup tanpa nge-plurk?”. Hah! Sejauh itulah saya menganggap plurk, haha, plurk is (was) everything. Dulu sempet saya ga nge-plurk beberapa hari, because I hated plurk so much, for sure. Kenapa? Soalnya di plurk itu seakan semua ga ada batasnya, mau ngomongin orang, terus aja gitu ga pake etika, mau ngehina orang, itu juga kadang kelewatan. Dan yang paling utama adalah banyak pengguna plurk yang ga sadar akan kedudukan plurk sebagai ruang publik, ketika sesuatu hal yang private kemudian dibawa ke ranah plurk, buat saya itu sebuah pengkhianatan dan saya beneran terganggu. No offense buat semua plurker, yeah, plurk is fun anyway and it also helps me to realize that, damn I miss you all my friends.

Saat ini saya butuh waktu untuk menyembuhkan ketergantungan saya, meski entah sampai kapan, ehehe. Hey, honestly, I miss my (smileydance) and (evilsmirk). Last but not least, (cozy) for all of you.