Sebuah Definisi

Ah, manusia memang tak pernah berhenti menilai manusia lainnya. Tanpa lelah mereka menilai berdasarkan apa yang mereka lihat, dengar, dan rasakan.
Terkadang manusia juga hidup dengan stereotype, sebuah penilaian yang tak pernah lepas dari suku, golongan, ras, dan segudang klasifikasi lainnya.
Belajar melepaskan semuanya ternyata tak mudah, suara di kanan kiri nyaring terdengar. Saatnya belajar mendengarkan tanpa menelan semuanya bulat-bulat untuk kemudian disarikan kembali dengan filter yang kita percaya.

Pernah dengar istilah sekufu? Ya sekufu seringkali terdengar berdekatan dengan urusan jodoh.
Saya pernah baca satu buku yang membahas sebuah pertanyaan menarik tentang sekufu.

“Jika memang jodoh itu sekufu dan jika definisi sekufu itu setara dalam hal ketaqwaan kepada Allah, mengapa saya mendapati pasangan yang tidak seperti itu?”

Jawabannya kira-kira seperti ini.
“Bukankah sekufu itu dinilai oleh mata Ilahi, kita tidak bisa menilainya dengan mata kita sendiri, mata manusia biasa, hanya Allah-lah Yang Maha Mengetahui.”

Di sela diskusi panjang yang tak ada habisnya soal jodoh, seorang teman pernah berkata

“Manusia boleh berdefinisi, namun bukankah definisi Allah-lah yang terbaik?”

Ya, selamat berdefinisi dan jangan lupa berkonsultasi! Dengan Dia Pemilik Segala Definisi.

Di Tengah Kemacetan Setiabudhi Bandung
2 Syawal 1434 H

~Inay

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *