Hanya Jarak

Jarak, bukankah hanya rangkaian jejak yang perlu digenapi setiap jengkalnya

Jarak, bukankah hanya irama tarikan napas yang saling mengisi dengan hembusannya

Jarak, bukankah hanya adu pandang dua indra dengan setitik bayang di tujuannya

Jarak, bukankah hanya sebentuk ruang dan waktu dengan tempo tanpa jeda bersamanya

Jarak, bukankah hanya sebuah besaran yang sebanding dengan kecepatan dan detik yang dilaluinya

Hanya jarak, apakah bisa memisahkan atom yang berada dalam satu frekuensi yang sama?

Suatu pagi, sendiri dalam keramaian Jakarta

Inay

Sebait Doa

Ya Allah, bolehkah aku tetap meminta
Hal yang sama yang pernah ku kata
Tetap bantu aku menjaga

Hati yang tak sepantasnya berderu
Jantung yang tak seharusnya berdegup
Otak yang tak semestinya berpacu

Biarkan mulut ini hanya membisu
Izinkan mata ini menunduk malu
Tuntun kaki ini melangkah maju

Karena-Mu yang lebih mulia dari apapun yang ku tunggu

Barito Selatan, 18 Okt 2013

Inay

9 Dzulhijjah

Arafah menjadi saksinya
Seorang manusia berpulang kepadaNya

Sedih dan duka bukanlah mudah untuk dilewati
Izinkan bahagia hadir menemani
Karena sang terkasih kembali di rumah Ilahi Rabbi

Tak terbayang tenang dan indahnya ketika khusnul khatimah
Dipanggil di tanah suci saat menggenapi rukun Islam

Sekali lagi.
Abadi adalah milikNya dan kembali adalah fitrah makhlukNya.

Sementara, sebagaimana waktu kita di dunia, hanya sekedar berlalu namun menjadi penentu masa tak berwaktu.

Mohon doa dibukakan pintu rahmat bagi almarhum sepupu yg berpulang di Baitullah.

Almarhum A Itan, InsyaAllah khusnul khotimah.
Mbak Is, Leli, Upa InsyaAllah dikuatkan.
Wa Ubed, Teh Lita, A Iyan, A Agung, Teh Ati, InsyaAllah diberikan ketabahan.
Semua keluarga besar InsyaAllah mengucap doa yang sama.

Jamaah Haji Ini Meninggal Setelah Berucap `Amin` – http://bit.ly/19OdzJP

Menunggu Senja

Aku menunggu senja
Di tepian batas waktu kelabu
Seperti warna sungai dan langit ketika bertemu

Aku menunggu senja
Di antara desiran nafas berpadu
Seperti angin, air, dan dedaunan berjumpa tanpa ragu

Aku menunggu senja
Di dalam ruang degup jantung berpacu
Seperti mesin kapal bersahutan pada tempo yang satu

Aku menunggu senja
Di sela aroma hidup yang terasa rancu
Seperti wangi tanah dan matahari yang tertunduk malu

Aku menunggu senja
Di balkon sepi dalam kokohnya sebuah rumah kayu
Seperti senja yang pasti berlalu bagi siapapun yang setia menunggu

Tepian Barito, 13 Okt 2013

Inay

image
Tepian Barito

Puisi Tanpa Tapi

Aku ingin berlari tapi
Tapi tak tahu mau kemana
Aku ingin pergi tapi
Tapi tak tahu harus bagaimana
Aku ingin berhenti tapi
Tapi tak tahu singgah dimana

Tahukah kamu rasa seperti ini
Berputar kembali di tempat yang sama
Tanpa tahu arah dan tujuan membawa

Tahukah kamu rasa seperti ini
Bersiap dengan segala bekal yang ada
Tanpa peduli kembali atau menoleh sementara

Tahukah kamu rasa seperti ini
Bergumam sesuatu yang fana tak nyata
Tanpa menerka mimpi yang dirajut penuh asa

Ah mungkinkah sesungguhnya inginku hanya satu

Ya, aku ingin kamu tanpa tapi

Tuhan, Ini Sudah Jumat

Tuhan, ini sudah Jumat.
Jika tahun punya Idul Fitri, maka minggu punya Jumat.

Tuhan, ini sudah Jumat.
Barakah yang tak terhingga Kau limpahkan kepada kami dalam minggu ini.

Tuhan, ini sudah Jumat.
Hari indah ini tak ingin ku usik dengan air mata yang tak bernada.

Tuhan, ini sudah Jumat.
Apa lagi yang pantas aku minta, bukankah sudah banyak yang Kau beri. Maaf atas ingin yang tak pernah berhenti.

Tuhan, ini sudah Jumat.
Aku selalu percaya ada yang selalu menjaga aku di sini, ada pula yang menjaga mereka yang terkasih di sana, dan hanya Engkaulah yang mampu melakukan keduanya sekaligus.

Tuhan, ini sudah Jumat.
Bantu aku menjaga senyum ini sebagai anugerah-Mu, bantu aku mengelola hati ini sebagai milik-Mu, bantu aku menikmati rasa ini sebagai tanda kebesaran-Mu.

Tuhan, ini sudah Jumat.
Peluk aku dalam rindu-Mu, dekap aku dalam kasih-Mu, cium aku dalam cinta-Mu.

Terima kasih Tuhan, ini sudah Jumat.

Janji

Ya Allah, maafkan atas tanya yang tak pernah ada habisnya.
Ya Allah, maafkan atas ragu yang tak pernah berhenti bergulir.
Ya Allah, maafkan atas takut yang tak pernah mampu terbendung.
Tolong ampuni khilafku Ya Allah.

Ingatkan aku saat aku lupa akan hadir-Mu.
Dekaplah aku saat aku merasa jauh dari-Mu.
Izinkan aku menjadi hamba-Mu yang Kau pilih untuk selalu bersama dengan-Mu.

Ah, bukankah Engkau Dzat Yang Tak Mengingkari Janji?
Ingatkan aku selalu akan hal itu ya Rabb.
🙂

Bandung, 28 Ramadhan 1434 H

~Inay