Sepatuku

Hujan
Ku langkahkan kaki
Bles!
Tanah basah memakan sepatuku
Ku angkat lagi
Lalu ku ayunkan lagi

Ku lihat bangunan putih itu
“Bu!”
Sepeda itu berlalu
Dia tersenyum memanggilku
Anak berseragam pramuka

Aku melangkah lagi
Wajah-wajah itu
Berseri menatapku
Tersenyum namun malu

Senyum mereka
Tak ada yang mampu membeli
Sapaan hangat mereka
Tak bisa diganti

Oh, apalah arti lumpur di sepatuku ini

Biarlah ku beli berjuta sepatu
Demi semua yang setiap pagi menyambutku

Oh pagi
Hujan ini membangunkanku
Dari alam mimpi Menuju mimpi yang sesungguhnya

Lampung, 3 Desember 2010
Ginar Santika Niwanputri

2 Replies to “Sepatuku”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *