Saya Jatuh Cinta

Betul sekali, saya jatuh cinta pada tulisan saya sendiri. Narsis memang, tapi bukankah selalu menyenangkan untuk membuka-buka kembali arsip tulisan yang telah kita buat?

Begitu membaca ulang tulisan saya untuk kesekiankalinya, saya selalu mendapatkan sesuatu, bisa berupa semangat, tawa, bahkan air mata. Meskipun kadang saya merasa minder ketika membaca tulisan teman yang menurut saya memang oke, ada yang puitis, ada yang mampu memaparkan cerita bak wartawan ternama, ada yang ahli menuliskan sesuatu yang serius dan bersifat teknis, ada yang dengan mudah membuat resensi film yang begitu menarik, ada pula yang begitu jujur dan lucu dalam bercerita. Ah, saya malu, apalah saya ini, apalagi ketika membaca buku karangan penulis tersohor, rasanya tulisan saya tak ada apa-apanya. Meskipun malu, tapi saya selalu suka untuk membaca tulisan saya sendiri, saat sedang sedih, bisa jadi senyum atau bisa jadi tambah sedih, haha, tak apalah yang penting bisa menambah warna di hari-hari saya yang terkadang memang monochrome.

Ternyata saya menulis sejak dulu loh, sejak saya punya buku harian, ‘diary’ begitulah dikenalnya di zaman saya SD dulu. Sebuah diary biru kecil bergambar Snoopy yang hampir tiap hari saya isi dengan cerita-cerita yang kalau dibaca sekarang bisa bikin saya senyum-senyum sendiri. Ya, diary yang sekarang sudah sulit untuk dibaca, soalnya dulu atap kamar saya sempet bocor, karena diary itu saya sembunyiin di bawah kasur, jadi lembaran kertas putih di dalamnya luntur. Cuma ada beberapa lembar yang masih terbaca, yang saya tulis pake pulpen ternyata ga luntur, tapi sayang, sebagian besar ternyata saya tulis pake spidol. Saya agak-agak lupa sih isinya apa, meskipun saya selalu ingat cerita di dalamnya itu tentang siapa, hehe.

Kemudian saya punya diary baru, hadiah ulang tahun dari teteh, diary yang bisa diisi ulang, terbuat dari bahan daur ulang, tali, dan bunga-bunga kering. Saya suka banget diary itu, dan seperti diary yang sebelumnya, hampir tiap hari ada aja cerita yang tertulis di situ. Zaman SMP, ketika di rumah ada komputer baru, Pentium 3 loh, hehe, diary saya pindah ke situ, saya selalu menulis dalam Notepad, dan tersimpan aman di dalam sebuah folder ber-folder ber-folder ber-folder dan seterusnya. 😛

Dan kemudian saat saya punya laptop pribadi, di sini lah semua tulisan tercurahkan. Meskipun tak serajin dulu, saya selalu menyempatkan menulis update tentang diri saya, apa pun itu. Menulis tentang segala hal yang ingin saya ungkapkan namun tak mampu saya suarakan. Ah, membaca arsip yang tersimpan di laptop ini sungguh dapat membawa saya kembali ke masa itu, saat saya menuliskannya, mencoba merasakan apa yang dulu saya rasakan, menemukan kebodohan yang telah saya lakukan, dan semua senyum, tawa, dan air mata yang pernah ada. Izinkan saya meminjam sebuah tagline iklan produk elektronik. 🙂

YOUR LIFE IS THE MOST INTERESTING CHANNEL

2 Replies to “Saya Jatuh Cinta”

  1. assa.
    cihiy, lagi melo nar? hag2. klo gw selain baca posting blog yg dulu2, yg bisa bikin ktawa tuh histori ceting ym, dimana kita trnyata gak nyangka pernah ngobrol ttg sesuatu ama seseorang yg isinya absurd en lucu-lucu fufufu
    wass.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *