It’s hard to speak your mind

Memang sulit untuk mengatakan sesuatu, sesuatu yang ada di pikiran atau hati kita. Namun kali ini kesulitan yang saya alami adalah kesulitan dalam artinya yang sebenarnya, bukan kiasan atau konotasi. Saya memang lagi susah untuk ngomong saat ini, begitu sulit, sampai-sampai kemarin saya ga ke kampus seharian. Suara saya lagi ilang, ga ilang-ilang banget sih, alhamdulillah masih ada sedikit suara yang tersisa. Sekarang saya baru sadar kalau suara itu begitu penting, apalagi buat saya yang notabene [sangat] suka ngomong. Beberapa hari ini merupakan hari yang cukup berat buat saya, buat ngobrol sama orang, susah, buat ngegosip, lebih susah, dan yang paling susah adalah buat manggil tukang baso. Hari ini di kampus saya berusaha untuk sedikit berbicara dan mencoba untuk menjadi pendiam untuk beberapa hari ini, namun apadaya, saya ga bisa! Ada aja yang harus diomongin, ada aja yang membuat saya harus ngomong, huhu, ternyata suara ini begitu mahal, tapi kalau pun saya berani bayar mahal, ga akan ada yang ngejual kayaknya. Banyak pelajaran yang saya dapetin beberapa hari ini, selama ini saya kurang menghargai nikmat Allah yang begitu penting, yaitu suara. Mungkin ini juga peringatan buat saya, selama ini saya belum memanfaatkan suara yang diberikan Allah dengan baik. Semoga setelah ini saya bisa memanfaatkan suara saya di jalan yang benar. Amin.


Sayangilah suara Anda selagi Anda masih dapat bersuara…

 

3 Replies to “It’s hard to speak your mind”

  1. Wah nay… Suara kamu lagi bermasalah juga toh… Sama… Sampai2 kemarin temenku nanya, suaranya diapain? Ya udah ku jawab ‘maklumlah, saking miskinnya di akhir bulan, suara harus digadai’. Hahaha…

    Emang musim flu kayanya sekarang…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *